Rabu, 25 Maret 2015

Mengelola Gaji Bulanan dengan Mudah


Bingung mengelola gaji …..
Bingung karena gajinya kebesaran atau kekurangan …. ?
Merasa kekurangan .. jadi setiap bulan habis, sulit tersisa.

Daripada bingung2 …  jadinya dibiarkan mengalir saja, mudah2-an tidak ada apa2
yang dibutuhkan masa depan bagaimana nanti saja … kan masih jauh.

Boro2 masa depan …. saat ini juga lagi kebingungan… uangnya tidak ada …

Yap …. mungkin … kuncinya adalah karena saat ini juga bingung.
Jadi yang pertama-tama yang harus dilakukan adalah membereskan saat ini dulu, baru bisa mikirin masa depan.

Kalau kondisi finansial masa kini sudah merasa teratur dan terpenuhi , maka kita bisa melangkah untuk menyiapkan masa depan.

Apalagi jika kondisi kebutuhan kekuangan sekarang sudah dipenuhi semuanya … apa yang membuat menunda tidak menyusun masa depan finansial keluarga. Apakah karena menganggap nanti semuanya akan bisa di atasi …. nanti semuanya akan lancar2 saja ….. Hidup akan selalu lurus dan lancar ..
Masing2 individu mempunyai pendapat  dan keyakinan…. segala sesuatu sulit untuk dipercayai jika belum terjadi atau menimpanya.

Bingung atau menunda menyusun masa depan mungkin juga karena ketidaktahuan caranya.
Sebetulnya mudah … menyusun masa depan mulai dari saat ini.
Mudah menyusun masa depan berdasarkan kondisi gaji / income saat ini …

Kamis, 19 Maret 2015

UMR Lajang vs Berkeluarga, koq yang lajang tidak cukup ….

Income UMR seharusnya hidup berkecukupan bahkan ada lebihnya.
Masih lajang tidak ada tanggungan tapi umumnya para SPG selalu kekurangan uang.
SPG (wanita) SPB (pria), maupun istilah2 lainnya ; SA, BA, dll. Mereka umumnya memiliki income yang bekecukupan ; UMR + Lembur + komisi. Artinya take home pay-nya lebih dari UMR.
Di sisi lain ada pekerja dengan gaji sama UMR (bahkan tidak dapat komisi) sudah menikah, income-nya bisa untuk menghidupi 1 istri dan 2 anak.

Kondisi tersebut menyadarkan SPG untuk mengelola keuangan secara benar dan membutuhkan wawasan bagaimana melakukannya.
Kerennn ….. Para SPG tersebut umurnya masih sangat muda dan pendidikan umumnya setara SMU sudah sadar dan menginginkan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan ….

Tapi juga yang tidak kalah keren adalah perusahaannya. Karena betul2 peduli terhadap  karyawannya termasuk SPG yang merupakan ujung tombak. Perusahaan betul betul memfasilitasinya kebutuhan SPG untuk terus berkembang dan menyiapkan mereka memiliki masa depan yang lebih baik, karena menjadi SPG ada batasan usia tertentu. Tidak aneh, meskipun brand perusahaan tersebut kalah popular dari brand yang established tapi penjualannya sangat baik sehingga menjadi market leader karena SPG-nya memiliki selling skill dan attitude yang baik.

Secara finansial seharusnya keuangan SPG dalam kondisi ok, income yang berkecukupan karena masih single, paling hanya untuk bantu2 kebutuhan keluarga saja.
Tapi karena masih muda dan single, umumnya income yang lumayan tersebut habis tidak tersisa. Mengikuti gaya hidup lingkungannya, gonta ganti gadget, makan2, nonton2, nyicil motor, dll. Apalagi sehari hari berada dalam lingkungan Mall yang memiliki atmosphere konsumtif.

Untuk membimbing mereka mengatur income bulanannya, ada hal hal yang harus disampaikan secara interaktif melibatkan mereka, supaya lebih mengena dan lebih memahami. Sehingga setelah training bisa mereka langsung jalankan. Tidak hanya tahu saja tapi jadi amunisi mereka untuk berkembang.


Memiliki dan Memahami TUJUAN
Selama ini mereka “merasa” sudah hidup enak, masih lajang punya uang, apalagi jika masih tinggal dirumah ortu jadi tidak perlu keluar uang kost/kontrak. Bisa beli barang2, nonton, cicil motor, jalan2, ganti2 gadget …  Tiba tiba harus mengurangi pengeluaraanya .. merubah life style-nya … eittt tunggu dulu …. tidak semudah itu.
SPG SPB tersebut masih muda2 … hidup ya mengalir begitu saja, tidak memikirkan yang jauh jauh  … ditanya tujuan yang ingin dicapai .. juga bingung menjawabnya … Kalau ditanya “inginnya apa ?” mudah menjawabnya ; ingin itu, ingin ini dst dst …

Mereka dipandu supaya masing masing memiliki tujuan yang ingin dicapai. Akhirnya muncul banyak sekali keinginan2-nya. Mereka mencatatkan semua keinginannya. “banyak juga ya …., bagaimana ini ..?” kebingungan mereka. Bagus …. artinya sudah mulai sadar, tinggal dipandu untuk bisa menentukan prioritas prioritas mana yang diutamakan.

Dengan memiliki tujuan dan memahami tujuan yang ingin dicapai. SPG akan memiliki alasan untuk menyisihkan uangnya, tidak menghabiskan semuanya.
Hidup bukan hanya untuk menikmati hari ini, tapi juga untuk menikmati MASA DEPAN.

Jumat, 06 Maret 2015

Tips simple mengelola pencatatan uang dagang


Umumnya pedagang pemula maupun yang sudah jalan skala rumahan atau bisa juga warung … tidak menerapkan pencatatan keuangan. Mungkin tidak memiliki background di bidang keuangan, sehingga penggunaan uangnya masih tercampur campur antara uang dagang dan uang kebutuhan rumah tangga.

Dagang yang dijalankan dimaksudkan menjadi income tambahan atau malah menjadi income utama, sehingga income dari dagang yang dijalankan diharapkan akan naik terus seiring dengan kenaikan penjualan.

Ada banyak hal/faktor yang menyebabkan penjualan meningkat dan juga banyak faktor yang menyebabkan penjualan menurun .. atau bahkan merugi.

Penyebab bisnis tidak bertumbuh … atau merasa begini begini saja dan bahkan menurun … salah satu penyebabnya karena barang / produk yang dijual tidak bertambah. Mengapa tidak bertambah … karena uangnya/modal untuk beli barangnya berkurang.

Barang dagangan yang didisplay berkurang atau rak dagangan terlihat kosong, secara psikologis akan membuat konsumen bertambah malas untuk mampir, karena beranggapan barang yang dicari tidak akan ada, lebih baik ke toko / kios berikutnya yang terlihat lebih lengkap.

Jika malas / tidak mau / tidak bisa melakukan pencatatan keuangan yang dirasa ribet. Paling tidak lakukan 2 jenis catatan  “Uang Kas Keluar dan Masuk” dan “Stock Belanjaan”.

Kamis, 05 Maret 2015

Memulai Bisnis … peluangnya masih sangat terbuka luas


Percaya deh …. membuka bisnis baru masih sangat bagus prospeknya.
Meskipun pesaingnya sudah sangat sangat banyak …

Apalagi jika membuka bisnis spesifik - niche market yang pasarnya kecil tapi hanya anda pemainnya. Tapi meskipun tidak memiliki ide bisnis yang seperti itu dan nyemplung ke pasar yang pemainnya banyak banget … tetap peluangnya masih besar.  Ya ditahun 2016 persaingan akan semakin ketat … karena sudah diberlakukan MEA (Masyarakat Eknomi Asean)  sehingga perusahaan asing dari Asean akan mudah masuk dan menjual produk/jasanya di Indonesia. Tapi artinya kita juga dari Indonesia mudah masuk dan menjual di negara Asean lainnya …. artinya pasar kita makin besar … sangat besar.

Mengapa yakin membuka bisnis  baru masih prospektif …


Bisnis prospektif atau tidak … dilihat dari besaran pasar yang bertumbuh serta persaingan yang relatif bisa diatasi.

Besarnya pasar Indonesia .. tidak diragukan lagi sangat sangat menarik ; jumlah penduduk Indonesia yang besar, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik dan stabil …. serta satu hal lagi yang bikin pasarnya tambah sedap …. adalah bangsa kita sangat konsumtif, pokoknya beli beli beli.  Sehingga banyak sekali perusahaan asing ingin masuk ke Indonesia, apalagi perusahaan2 ritel asing.

Persaingan tinggi … tidak masalah, karena itu adalah business nature. Kalau tidak suka persaingan, tidak mau ambil resiko .. tidak cocok untuk menjadi pebisnis. Jika kita adalah pengusaha kecil, maka akan bersaing dengan perusahaan2 besar, perusahan menengah yang banyak dan perusahaan kecil yang sangat banyak dalam satu kategori bisnis.   Tapi justru kita punya peluang untuk merebut market share pemain lama kelas menengah dan kecil. Mengapa begitu ….


Selasa, 24 Februari 2015

Perencanaan keuangan tidak diperlukan sama sekali


Pengelolaan keuangan keluarga bukan sesuatu yang menarik.
Fakta … berdasarkan pengalaman saya selama ini.

Jadi jika ada yang tertarik / concern tentang perencanaan atau pengelolaan keuangan keluarga … berarti anda termasuk minoritas …. tidak mengikuti main stream.

Tapi ini memang kondisi di negara berkembang …. jadi kalau begitu apakah bisa disimpulkan bahwa yang concern terhadap pengelolaan keuangan adalah mereka yang telah step a head.

Terserah apa kesimpulannya … yang lebih penting, diharapkan kaum minoritas ini dapat “menularkan”  pengetahuannya kepada yang lainnya, sehingga semakin banyak yang memiliki kondisi finansial yang sehat dan kuat, tidak hanya masa kini tapi juga untuk masa depan.  Keuangan keluarga yang kacau dan hancur .. bisa membebani keluarga inti dan bahkan bisa menjadi beban sosial masyarakat.

Memiliki income yang lebih baik dan tidak terlilit hutang … menjadi keinginan banyak orang.
Saya yakin kedua hal ini .. sangat sangat menarik.

Berdasarkan traffic yang masuk ke blog ini, ternyata ada 2 topik yang sangat… sangat menarik …. yaitu menjalankan Small Business dan Terjerat Hutang.. waduhhh.

Senin, 17 Maret 2014

FREE – Financial Knowledge Sharing


Berdasarkan pengamatan dan pengalaman para ahli ternyata ilmu ilmu canggih yang kita miliki dari pendidikan yang selam ini kita jalani terutama dari SD sampai universitas tidak menjamin kesuksesan dalam kehidupan.

Untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan, ternyata ada beberapa keahlian dasar yang harus kita miliki. Beberapa keahlian dasar (basic skill) yang harus dikuasai untuk menjadi pribadi yang maju antara lain :
Self Knowledge Skills, Problem Solving, Communication, Living Skills, Managing Money, Relationship Skills.

Karena saya hanya memiliki sedikit knowledge dan skill dibidang managing money, maka ingin berbagi ilmu kepada pihak yang membutuhkan yang memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik terutama di bidang pengelolaan keuangan keluarga.

Mengelola keuangan kelihatannya mudah tapi kenyataanya banyak keluarga yang kondisi keuangannya tidak baik. Kesadaran dan akses mendapatkan pengetahuan tentang keuangan masih sedikit. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan, tingkat “melek keuangan” bangsa Indonesia sangat rendah.

Sudah selayaknya pengetahuan pengelolaan keuangan ini dimiliki dan dikuasai oleh orang sebanyak banyaknya. Jika kondisi keuangan keluarga membaik maka kita bisa saling tolong menolong dan membantu orang lebih banyak lagi.

Kamis, 13 Maret 2014

Cukupkah Dana Pensiun kita dengan mengandalkan Tunjangan Hari Tua berdasarkan UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003


Tulisan ini dibuat untuk menggambarkan Dana Pensiun yang akan kita terima nanti, jika perusahaan membayar dana pensiun / tunjangan hari tua sesuai aturan yang berlaku saat ini yaitu UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”).

Jika kita sekarang bekerja dengan gaji 6 jutaan dan masa pensiun  15 tahun lagi, berapa kira kira uang yang akan diterima pada saat pensiun (jika perusahaan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah ) ? 100 juta ? 200 juta 300 ? 500 juta ?

Untuk memudahkan pemahaman, maka kita lihat kasus ini.

Pak Surono bekerja di suatu perusahaan swasta kelas menengah dari tahun 2006 sejak usia 28 tahun.
Surono adalah tipikal seorang pekerja keras dan loyal terhadap perusahaan. Pergi pagi pagi dan pulang malam malam .. dedikasinya penuh untuk membuat perusahaan tempat dia bekerja maju.

Di tahun 2014 gaji plus tunjangan tetapnya sebesar Rp. 6,5 juta/bulan.
2 tahun kemudian (2016) naik menjadi supervisor dengan income menjadi Rp. 9 jt/bln.
3 tahun kemudian, karena kinerjanya bagus, Surono di  angkat menjadi manager dengan gaji Rp. 15,5 jt.

Dan … sampai masa pensiun di usia 55 di tahun 2033, Surono tetap menjadi manager. Dengan income terakhir.
     Gaji pokok Rp. 17,5 jt
     Tunj Tetap Rp. 5,945 jt
     Tunj tidak tetap Rp. 2,5 juta
     Sehingga take home pay per bulan Rp. 25,945 juta.

Pada saat pensiun, Perusahaan tempat dimana pak Surono bekerja, memberikan tunjangan Hari Tua sesuai peraturan pemerintah dan di bayarkan sekaligus.