Kamis, 25 April 2013

Lika Liku …. dihutangi




Ehhh …. tahunya mau pinjam uang.
Teman lama yang tiba tiba telepon ngajak ketemuan … nostalgia ngalor ngidul … ujungnya tampang sedih … cerita sedih ..

Kalau si ini telepon .. pinjem uang deh ..

Macam macam, cerita tentang orang yang berhutang.

Dihutangi itu tahunya complicated juga .. kadang sulit nolaknya … apalagi teman/saudara dekat, kisahnya begitu miris lagi, apalagi disampaikan dengan penghayatan .. tapi ternyata kesulitannya belum juga beres … jauh lebih sulit lagi menagihnya …

Bagi penghutang dan yang dihutangi ; ngutang itu lebih baik dari pada minta uang .. hehe

Dari berbagai macam cerita pilu yang disampaikan, kalau dipilah pilah, orang berhutang karena :
     - Memenuhi kebutuhan hidup sehari hari/bulanan
          beli makanan, bayar listrik, dll
     - Kebutuhan gaya hidup
          beli gadget terbaru sudah ngebet banget mumpung lagi promo
     - Kebutuhan dadakan dan emergency, biasanya jumlah besar
          masuk rumah sakit, genteng bocor
     - Untuk bayar hutang yang lain
          Klasik …. gali lubang tutup lubang
     - Tidak bawa duit cukup
          pinjam bayarin makan siang, ongkos ojeg, dll

Kalau hutang recehan sih .. cincai aja, meski tidak dibalikkan juga .. keterluan juga ya .. ngutang receh aja tidak dibalikkan juga.

Kalau dihutangi yang nominalnya besar … kerasa juga, apalagi pas kita lagi butuh duit banget .. uang punya tapi uangnya di orang lain, ditagih sulit banget .. apa meski jadi kita yang ngutang .. hiks.


Bagi tipikal orang yang sulit berkata tidak – apalagi memang lagi ada uang lebih, pasti kesulitan menolaknya .. apalagi jika ceritanya sedih banget … lebih sedih dari sinetron ..
“jika tidak bayar setengahnya, 2 juta saja, si tono akan dikeluarkan dari sekolahnya …”  pasang muka sedih .. sedikit air mata .. wuaaa bagaimana nolaknya … keluar deh … 2 juta atau paling tidak 1,5 jutaan.


Permasalahan yang jauh lebih sulit adalah ketika akan menagihnya.

Pada saat mau minjam aja, ngejar ngejar banget … sampai maksa maksa … “ga apa apa, saya datang kesana .. malam malam juga tidak apa2, saya tunggu”.

Seandainya waktu bayar hutang persis seperti mau ngutang, ngejar ngejar mau bayar hutang  “saya mau bayar nih … kamu ada dimana .. saya anter sekarang ya …” wah asik banget deh.

Kenyataannya, tidak seindah itu.
Jadi uang yang dihutangi bakal kembali atau tidak ?
Pengalaman pribadi dan teman2 saya sih bisa dikatakan peluang kembalinya uang hutang kecil.

Untuk bayar hutang kembali .. ya sudah pasti pengutang harus punya uang untuk mengembalikannya.
Tapi … ternyata .. punya uang saja tidak cukup untuk membayar kembali hutang.
Ternyata attitude lebih penting dari uang …

Orang yang memegang janjinya. Membayar tepat waktu tanpa harus di ingat ingatkan, tanpa harus di tagih.
Sekarang sudah maju, pindah kerja dengan gaji jauh lebih baik .. sudah beli mobil baru … koq hutang tidak dibayar bayar ya … heran deh …

Jangan khawatir tetap masih ada orang yang bayar hutangnya. Teman / saudara yang begini termasuk hebat. Apalagi jika kita tahu kondisi keuangannya masih payah .. tapi tetap bayar hutangnya … maka teman / saudara yang seperti ini termasuk kategori Luar Biasa .. yes yes yes … hehe ..

Jadi bagaimana kalau ada orang yang mau berhutang pada kita ?

Kembali berpulang pada kita (asumsinya ada uang lebih)
Kalau mau nolong ya .. dihutangi saja .. beramal bantu orang yang kesulitan.
Apalagi jika orang tersebut memiliki attitude yang baik, selalu mengembalikan hutangnya.
Jika tidak … Kita mesti siap uang tersebut hilang, di ikhlaskan (meskipun umumnya tidak semudah itu) .. jadi kalau kita memberi hutang, maka sebaiknya jangan sampai jumlahnya mengganggu keuangan kita nanti.

Jika kita tahu hutang tersebut untuk membeli gaya hidup .. katakan “ tidak “.
Membentuk karakter keuangan yang tidak baik bagi dia, bergaya dengan hutang ….

Pada dasarnya jika orang sudah berhutang terutama untuk kebutuhan sehari hari .. maka  akan terbelit dalam lingkaran setan … gali lubang tutup lubang.

Tips-nya jika kita termasuk orang yang mudah ber-empathy dan sulit berkata tidak. Lebih baik jadikan pasangan yang memiliki karakter berbeda sebagai kasir, jadi setiap pengeluaran di luar rencana harus melalui pasangan yang akan menyaring terlebih dahulu.

Jika tidak memiliki karakter tersebut, maka hanya pegang uang kas (termasuk di ATM/Bank) seperlunya saja. Simpanlah uang tersebut dalam instrument yang butuh proses untuk mencairkannya ; deposito, emas, dll-nya.

Bagi seorang muslim, hutang akan memberatkan amalan. Pada saat dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, pada saat berkumpul .. akan ditanyai siapa saja yang masih tersangkut piutang dengan almarhum. Maka pihak keluarga almarhum harus melunasinya .. Kalau sampai keluarga tidak tahu kepada siapa saja berhutang dan yang dihutangi-pun tidak tahu kalau sudah wafat .. Kasihan kepada almarhum.

Teman atau saudara kita yang datang meminjam uang dengan kondisi yang memelas.. dipandang iba, kasihan, menjengkelkan, ngeselin .... semoga bisa menjadi kita berkaca dan mengingatkan untuk berusaha menghindari kita di posisi tersebut.

Sangat penting membuat perencanaan keuangan, siapkan dan sisihkan sebagian penghasilan untuk kebutuhan kebutuhan di masa depan. Kebutuhan yang pasti terjadi dalam kehidupan ; uang sekolah, uang untuk biaya pengobatan, dll-nya.

Sisihkan kebutuhan untuk masa depan terlebih dahulu, berusaha hidup saat ini dengan “sisa” dari income kita. Sisihkan income kita terlebih dahulu untuk investasi, asuransi dan tabungan dana darurat.


Masih jauh lebih baik dihutangi daripada mengutangi …


follow twitter @jauhari_mk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar